Berubah….!!!
Berubah… kata-kata yang tidak asing lagi bagi kita ketika kita masih anak kecil. Aku masih kecil koq. Hayah… Jika kita ingat, hampir semua film kartun di televisi bercerita tentang pahlawan kebenaran, seperti POWER RANGER, ULTRAMAN, KSATRIA BAJA HITAM, dkk. Mereka yang merupakan manusia biasa mempunyai kekuatan untuk berubah menjadi seseorang yang bisa menolong orang lain atau berbuat kebaikan. Kita juga dalam kehidupan nyata, seharusnya kita berubah menjadi lebih baik… bukankah itu merupakan keinginan semua orang??? Ada 1 ilustrasi yang cukup menarik yang aku dapatkan dari pendeta ketika berkhotbah tadi pagi. Begini ceritanya:
Suatu saat, para ibu-ibu sedang pada kumpul-kumpul. Jumlah mereka ada 4 orang. Tahu donk apa yang dilakukan para ibu-ibu jika sudah ngumpul, nge-gosip ato membanggakan anak-anaknya. Nah, saat itu yang terjadi adalah keempat ibu tersebut sedang bercerita tentang kehidupan anak-anaknya. Perperangan pun dimulai:
Ibu A : “Tahu ga?”
Ibu B : “Ada apa?”
Ibu C: “Iya, apa?”
Ibu A : “Anak saya, minggu lalu dilantik menjadi seorang hakim lho. Katanya kan, kalo seorang hakim pasti dihormati oleh banyak orang di pengadilan. Orang kan bilang “You are honour”, keren kan? Kan? Sapa dulu dong ibunya, saya gitu lho…”
Ibu B : “Jangan sombong dulu…”
Ibu A : “Emangnya knapa?”
Ibu B : “Enam bulan yang lalu anak saya baru dilantik menjadi seorang Duta Besar di salah satu Negara di Eropa. Orang bilang dia, “You are excellency”, itu lebih keren lagi”
Ibu C : “Apaan sih yang kalian ngomongin. Anak aku lebih jago!!!”
Ibu A & B : “Masa sih? Ga mungkin”
Ibu C : “Anak aku kan orang yang pintar & sukses di Inggris. Dia mengenal banyak pejabat-pejabat di sana bahkan ratu telah memberikan gelar “Lord” kepada anak saya karena telah banyak membantu negera Inggris. Gimana?”
Ibu D : “Aduh.. aduh.. kalian tu ye, kalo mau so keren, sok jago, tapi masih kalah ama anak gw”
Ibu A, B & C bingung. Mana mungkin anak ibu D lebih hebat dari anak mereka. Ibu D itu kan orang yang hidup pas-pasan, kalo make kosmetik, lebay mode ON. Mau bergaya tapi orang mau ngeliat aja udah gak mual-mual. Jadi gimana orang-orang percaya bahkan anaknya aja seorang preman di terminal namanya “AMAN”… Anak preMAN!!!
Ibu D : “Suatu hari, AMAN pergi ke sebuah bank dengan gaya seorang preman. Kebetulan dia membawa golok dan diikuti ama anak buahnya… tau apa yang terjadi??”
Ketiga ibu itu dengan setengah hati menjawab : “Paling orang heran…!”
Ibu D : “Betul. Semua orang yang ada di bank pada ketakutan dan memegang tas mereka masing-masing. Dan semua orang yang ada di sana menyebut, “Oh, my GOD”. Gimana? Lebih hebat anak aku kan? LORD, EXCELLENCY & HONOUR, masih kalah dibandingkan GOD”
Ibu A, B & C mengaku kalah kepada ibu D.
Cerita yang cukup lucu bukan???
Tapi dari cerita ini kita melihat bahwa ada perubahan yang diperlihatkan oleh setiap anak-anak mereka dan itu kea rah yang lebih baik kecuali “AMAN”. Bahkan dia dibilang, “Oh, my GOD”. Ada yang merasa aneh ga??? Kalo kita berubah ke arah yang baik, itu sudah biasa tapi dari AMAN ada sesuatu yang kita pelajari. Pernah ga kita melakukan hal yang baik dan orang bilang ke kita, “Oh, my GOD”. Sangat jarang sekali bukan? Orang lebih sering mengatakan “Oh, my GOD” jika ada yang tidak baik terjadi. Ketika kita mengatakan bahwa kita anak-anak Tuhan bukan anak-anak dosa lagi, seharusnya Tuhan terlihat di dalam diri kita. Jadi, tugas kita adalah memperlihatkan kehidupan kita yang sudah berubah kea rah yang baik dan menunjukkan Tuhan dalam kita.
Met berkarya dan memuliakan Tuhan!!!
GBU
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar