Kamis, 21 Mei 2009

KATA GANTI ORANG

Aturan: Bagi yang mau ngasih komen, tidak boleh nyebut nama tapi harus pake kata ganti orang: aku, kamu, dia, orang lain, dll

Aku dan “dia”

Pertama kali, aku mau minta maaf kepada “dia” tuk setiap tindakan dan perlakuan aku selama ini. Aku memang bukanlah orang yang romatis, aku juga bukan orang yang aktif mengejar orang yang disayangi (kalo mengejar kan pake lari, cape kali. Hohoho… Bcanda!!), dan aku juga bukanlah orang yang peka akan kebutuhan orang (soalnya aku ga punya indra ke-6 sih). Maaf ya tuk selama ini…=(

Ku hanya bisa mengasihi “dia” dengan apa yang aku punyai saat ini (emangnya dah punya apa saat ini?? Sepertinya semuanya pinjaman…), terutama cinta pertamaku… Cinta pertamaku adalah dengan DIA yang telah mengasihi aku dengan memberikan seluruh hidup-Nya untuk aku. Dan, aku juga akan berusaha seperti cinta pertamaku. Mungkin “dia” tidak tahu (tempe dunx…) dengan pernyataan kasih yang ku tunjukkan kepada “dia”. Ya, memang aku jarang ngobrol dengan “dia”, cuma bisa ngobrol via dunia maya…… Maaf ya karna ga bisa banyak ngobrol dengan “dia”=( Tapi, ku merasa senang jika bisa ngobrol ama "dia" walaupun hanya lewat dunia maya... Selain melihat "dia" bahagia dan tersenyum, hal ini juga membuat aku senang. Seharusnya, aku tidak boleh seperti itu, karna terkesan aku sangat membutuhkan "dia", tapi aku harus melihat kepada DIA yang merupakan sumber sukacita. TUHAN, ajarku tuk menikmati Engkau ketika aku mengasihi "dia"

Aku jadi teringat dengan perkataan beberapa teman2ku, “Kamu itu ya… Jangan terlalu memaksakan diri ketika kamu membantu orang, ingat diri kamu juga”. Memang benar, ketika aku membantu orang lain, aku sampe2 tidak mengasihi diri aku (bukan seringnya egois ya??). Bahkan sering menyakiti diri sendiri. Ya, hal itu pun terjadi untuk “dia”. Aku ga mau merebut kebahagiaan “dia” dari sekelilingnya. Ketika “dia” senang dengan teman2nya, aku ga mau mengganggu “dia”. Ketika “dia” sedang bersama2 dengan keluarga, aku langsung mengundurkan diri. Ketika dia belajar, kuliah, diskusi, aku ga mau mengganggu “dia” dan menunggu “dia” selesai, mungkinaku menyapa “dia” lewat dunia maya. Mungkin “dia” ga sadar tentang ini. Tapi, baru ini yang bisa aku berikan kepada“dia”, dan saat seperti itu sebenarnya hati aku merasa sedih karna tidak bisa dekat dengan “dia”.

Aku ga bisa memberikan apa yang “dia” butuhkan. Jadi, yang bias aku lakukan hanya membawa nama “dia” di dalam doa. DIA-lah yang mengetahui apa yang “dia” butuhkan… Dan, aku juga menginginkan “dia” semakin dekat dengan “dia”, lewat sate (Padang ato Madura, kambing ato ayam) dan mengajak “dia” ikut persekutuan. Semoga “dia” semakin bertumbuh dan menikmati DIA. Amin (Bukannya lebih bagus A plus ya??)

Kalo diingat2, ketika pertama kali aku mendekati “dia” (pake cara apa?? Bawah tanah ato gerilya??), aku ga kepikiran bahwa “dia” itu merupakan orang yang sesuai dengan doaku selama ini. Ya, memang sih, DIA belum memberikan jawaban pasti yaitu, YA atau TIDAK, apakah memang “dia” adalah orang yang sepadang dengan aku. Sehingga, sampe sekarang ku tetap mendoakan dan menunggu jawaban dari DIA.

“dia”, Tuhan selalu besertamu… Karna aku, tidak selalu ada di sekitar “dia”
GBU(^_^)v

2 komentar:

  1. Hohoho...
    Ga tau kan sapa "dia"??
    Mungkin "dia" adalah seseorang yang tidak dikenal ato sangat dekat dengan kamu atau kamu adalah "dia"...
    Selamat menebak!!!
    Huahahaha

    BalasHapus