Sabtu, 23 Mei 2009

"Monday is bad day??"

Dikutip dari NOTE FACEBOOK, tgl 19 Maret 2009

Ni kisah-kisah sedih yang terjadi pada tiap hari senin selama beberapa minggu terakhir ini… Huhuhuhu
Kita mulai saja ya..
3... 2... 1... GO!!!
(Maaf ya kalo ceritanya panjang-panjang dan agak serius, tidak seperti biasanya ada jayusan yang aneh binti ajaib)


Senin, 16 Februari 2009

Seperti biasa, aku bangun pagi… Saat teduh, mandi, lalu sarapan pagi dan siap2 berangkat ke klinik dokter keluarga (KDK) Kayu Putih. Eit….. Aku teringat bahwa akan ada diskusi studi kasus. Aku pun membuka laptop & mencari2, cari lagi, lagi, lagi…. OooooO!!! Koq ga ada ya??? Bisa gawat ni… Waduh, file itu ga ada backup lagi dan itu merupakan data pasien aku yang sudah dikerjakan selama 3 minggu. Arghhh… Tidak!!! Ketika lagi bingung tentang kemana file itu menghilang (file ada kaki ya sehingga bisa menghilang??) Ange (PJ Dana yang nagih duit PLD’09) menelpon aku, “Ron, berapa duit yang dah kamu ke gw??”. Aku menjawab, “1.750.000”, Ange bertanya lagi, “Yang benar Ron?? Soalnya di gw cuma ada 1.250.000”. Aku membalas lagi, “Bener koq. Aku ngasih 1.750.000”… Pembicaraan pun terus berlanjut sampe keputusan didapatkan uang aku hilang Rp 500.000. Walah, walah… Satu masalah belum selesai, masalah yang lain pun datang. “Tuhan berikan kekuatan padaku tuk menghadapi semua ini”, doaku. Setelah semuanya itu aku alami, aku pun berangkat ke KDK Kayu Putih.


Kegiatan di KDK Kayu Putih berjalan seperti biasa… Dan aku pun pulang agak cepat, jam 2-an. Aku memutuskan balik ke kos dulu sebelum berangkat ke kampus tuk DS (DOA SORE). Jam sudah menunjukkan 15.00, aku memutuskan tuk berangkat ke kampus dengan mengendarai motor. “Mudah-mudahan tidak terlambat”. Jam menunjukkan 15.05 ketika aku berada di depan Carolus, memang agak macet sih…=( Lalu kumelanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai di perempatan Pramuka, aku pun ingin berbelok ke kiri supaya nanti aku lewat fly over aja… Ketika ingin berbelok, aku berhenti di lajur paling kiri karna ada motor yang lagi parkir. Sebuah BUS PATAS datang dari sebelah kanan aku dan BUS itu tidak berhenti berbelok ke kiri. Dalam hati, “Aku harus minggir ke kiri lagi nih”, aku pun melakukannya… Tiba2, dari arah belakang ada sebuah motor yang nabrak dan aku terdorong ke depan. “Waduh, apa yang rusak ya??”. Lalu, BUS tersebut pun nyerempet motor aku… Dalam hati, “Mati aku”. Arghhhh… Kesel, kesel, kesel… Kenek bus tersebut membuka jendela dan hanya melihat aku dan motor yang menabrak aku langsung ngacir lewat samping kanan BUS. Wow, tabrak lari nih. Bikin makin emosi.. Dalam hati, “Tuhan berikan kepadaku kasih-MU”. Yang memperparah suasana, orang yang berjalan di trotoar sebelah kiri aku, menyuruh aku marah kepada supir BUS. “Mas, marahin aja tuh supir, memang mereka selalu semena2 memakai jalan. Marahin aja…” Walah, koq yang marah bukan aku ya!! Hohoho=D


Saat itu, aku hanya bisa tersenyum dan tertawa… Aku pun ngomong2 sendiri, “Tuhan, berkati mereka… Baik supir BUS dan pengendara motor yang nabrak aku dari belakang. Kasihan mereka, mereka mungkin belum mengenal Engkau. Serta mereka yang marah-marah tadi, maafkan mereka”. Aku pun mengendarai motor aku dan langsung tancap gas karna jam sudah menunjukkan jam 15.15, sudah terlambat nih. Dalam perjalanan aku hanya bisa tertawa dan tersenyum. “Tuhan, terima kasih tuk ujian yang kamu berikan hari ini. Berikan kepadaku kekuatan tuk menghadapinya… Amin”, doaku ketika melanjutkan perjalanan ke kampus. Saat DS, aku merasa sangat bergembira terutama aku masih bias foKus tuk mendengarkan firman. THANX GOD… (^_^)




Senin, 23 Februari 2009

Hujan pun semakin sering, baik pagi dan sore hari… Pagi itu, cuaca lumayan cerah. AKu berangkat ke Puskesmas Kayu Putih dengan gembira, dalam hati “Sepertinya hari ini tidak akan hujan”… Dari pagi sampai siang, aku sangat sibuk sekali karna tugas di Poliklinik dan pasiennya lumayan ramai. Saat pulang pun tiba, “Asyikkkk” seru teman-teman aku. Tapi koq agak mendung ya?? Jangan-jangan mau hujan nih, tapi sebelum hujan turun, aku harus sampe kos nih. Aku pun berangkat tuk pulang ke kos dengan mengendarai motor. Saat di jalan Haji ten, Pulo Mas hujan turun sangat deras. Saat di perempatan Under pass Rawasari, “Ntar di perempatan Pemuda aja aku make jas hujan”. Lalu aku pun tetap mengendarai motor lalu berbelok ke kiri supaya menuju perempatan Pemuda dan aku mengambil lajur kanan karna lajur kiri tergenang air. “Puji Tuhan, ga kena ujan karna di Under Pass” kemudian terdengar suara klakson dari belakang, “Tit… tit.. tiiitttt” Sebuah taxi di belakang ingin mendahului aku, aku pun meminggirkan motor ke lajur paling kanan tapi si taxi tetap membunyikan klakson. “Nih taxi, dah dikasih jalan koq ga mau jalan sih…” Tiba-tiba, “Wuussshhh” suara air yang tergenang mengarah ke motor aku karena taxi tersebut melaju dengan cepat. Alhasil, bukan hanya motor aku aja yang basah tapi baju, celana dan tas aku yang berisi laptop pun basah. “OoooO… Ni taxi, dikasih hati minta jantung juga. Parahhhhhhh”. “Tuhan, ampuni aku karna telah marah. Apa hakku tuk marah kepada orang, itu hanya hak-Mu… Maafkan aku”. Dengan pakaian yang basah, aku tetap melaju sampai ke perempatan Pemuda. Hahahaha… Taxi tersebut ada di samping aku. Si supir akan minta maaf ga ya?? Sepertinya ga bakal deh. Dalam hati kepikiran, seharusnya aku turun dari motor, mengetuk jendela taxi tersebut dan bilang “pak, kalo ada genangan air, lihat orang sekitar dong pak. Lihat, pakaian aku basah semua. Bapak mau tanggung jawab ga??”. Tapi hal itu ku pendam dan hanya tersenyum-senyum saja (semoga orang-orang ga ada yang melihat & bilang “Ada orang yang ga waras di sini”). Aku pun melanjutkan perjalanan ke kos dengan pakaian yang basah karna genangan air. Saat sudah sampai di perempatan Salemba Tengah, di tengah hujan deras, lampu lalu lintas menunjukkan lampu merah dan aku pun berhenti. Hari itu aku benar-benar apes banget deh. Kasihan deh aku… Sebuah mobil avanza hitam membunyi klakson berkali-kali. Aku tahu kalo dia ingin menyerobot lampu merah. Memang daerah itu daerah wajib tidak disiplin, lampu lalu lintas ada untuk dilanggar. Hohoho… Walaupun mobil itu terus membunyi klakson, aku tetap diam karna lampu masih merah. Dalam hati, “Seharusnya aku yang paling ingin menyerobot, udah pakaian basah, laptop pun basah ditambah masih hujan deras lagi lalu lampu masih merah, sapa yang ga pengen sampe ke kos secepat mungkin??”. “Bapak yang kaya, sabar aja kali…”, sambil mendengarkan bunyi klakson sampe bosan. Saat lampu sudah hijau, saking aku udah malas mendengar suara klakson tersebut, aku langsung ngacir. Dan akhirnya sampe di kos… Tuhan, masa hari senin 2 minggu berturut-turut, aku mengalami bad day, tapi akumengucap syukur tuk ujian yang Engkau berikan kepadaku… Pimpin aku selalu dalam menghadapi semua ini… Hari yang lumayan seru bukan?? Hahahahaha(^_^)





Senin, 2 Maret 2009

Ketika bangun pagi, aku langsung berpikir, “Hari kesialan apa lagi yang akan aku alami??”. AKu langsung tertawa sendiri… Pasti ada ni. “Tuhan, berikan aku kekuatan tuk menghadapi hari ini”. Hari ini pun berlalu sampai siang seperti minggu lalu tapi bedanya, pulangnya jam 13.00. AKu memutuskan tuk pergi ke Carrefour Cempaka Putih karna ingin membeli sesuatu. Sebelum sampe di Carrefour, aku merasakan ada masalah dengan motor aku. “Koq Cuma bisa gigi satu aja ya?? Koq ga bisa naik ato turun?? Mungkin kepanasan kali… Paling setelah berhenti sebentar di Carrefour akan baik lagi” Setelah sampai di Carrefour, aku langsung mencari barang yang aku inginkan. Nihil… Kecewa pun kudapatkan. Huhuhu


Karna jam 2 siang aku harus sampai di IKK-Cikini, aku langsung bergegas-gegas berangkat dari Carrefour. Oia, kan masih ada 1 masalah lagi. Motor kan ga bisa ganti gigi. “Tuhan, semoga motornya dah baik, Amin”. Dengan iman, aku menyalakan motor… Dan aku makin kecewa lagi karna tidak ada perbaikan. Bingung… bingung… bingung… Hari yang melelahkan dan kesialan pun terjadi lagi. Arghhhh….


Aku pun mengendarai motor yang hanya bisa mencapai kecepatan 20 km/jam. Gila aja!!! Masa naik kendaraan seperti naik pedati ya?? Udah panas, ditambah harus sampai di IKK Cikini dalam waktu 15 menit. Apa yang bisa aku lakukan dengan motor yang rusak ini?? “Tuhan, berikan kekuatan kepada anak-Mu yang tidak berdaya ini…”. Ketika di dalam kegundahan itu (puitis banget ya??) aku memutuskan tuk memperbaiki motor dulu dan akhirnya aku menelpon Cut bahwa aku ga bisa ikut diskusi PLANT SURVEY jam 2 dan aku minta izin juga kalo diskusi jam 3 dengan dr. Herqutanto ga bisa ikut. Sedih rasanya=( karna aku yang menelpon dr. Herqutanto tapi aku ga bisa ikut diskusi. Mana terangmu Ron?? “Tuhan, maafkanlah aku” hanya itu yang bisa kuucapkan ketika di perjalanan bersama motor aku yang rusak. Anehnya lagi, aku bukannya sedih tapi malah tersenyum. Sepertinya aku perlu ke psikiater deh… Hahaha


Selama 1 jam aku mengendarai motor yang rusak tersebut di tengah teriknya panas matahari, aku menemukan tempat servis motor yang bisa memperbaiki motor aku. Katanya Cuma ada 1 di Jakarta pusat. Gimana ga makin stress ya?? Dengan kesabaran & senyuman, aku bertemu dengan salah satu pegawai di tempat itu… Makin bingung lagi karna motor aku ga bisa langsung dikerjain tapi mengantri dulu. “Tuhan, berikan kesabaran kepadaku ini”, karna kekuatiran akan diskusi yang harus diikuti pada jam 3 di IKK Cikini dan jam sudah menunjukkan jam 14.30. Arghhhh… Parah, parah!!! Puji Tuhan, akhirnya motor aku selesai diperbaiki jam 15.50, ga perlu dirawat (seperti pasien aja… Tapi memang pasien sih walopun bukan manusia). Aku pun memutuskan pulang ke kos… Hari ni terlalu hebat tuk dimengerti. Tapi aku menikmati kejadian hari ini… Walaupun aku dibilang terkena “DERMATITIS SOLARIS” sama Ro Shinta… Huhuhu=( Makin item deh aku




Maaf kelanjutan ceritanya ga bisa dilanjutkan karna aku lupa

Semoga cerita ini menjadi berkat dan menguatkan teman2 yang membaca
Amin

Keep Strong in GOD
GBU v(^_^)v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar