Hari minggu merupakan hari yang seharusnya menyenangkan.... Karna merupakan hari dimana kita bisa bangun agak siang. Tapi demi gereja pagi, harus bengun pagi deh. Seharusnya juga, aku bangun jam 5 pagi karna mau gereja jam 6.30. Ehhh... Ternyata bangunnya jam 8 lewat. Gimana ga bangun telat, secara baru tidur jam 3 pagi. Soalnya aku bercerita panjang lebar kepada seseorang via chat, ehhh... Dia ternyata ketiduran duluan. Sedih deh, ditinggal sendiri=( Belum lagi harus naik motor ke kos, soalnya aku OL di perpust. Bener2 penghuni perpus FKUI nih. Hahaha
Kembali ke laptop!!! Salah....
Kembali ke jalur yang bener...
Jam sudah menunjukkan jam 8 lewat, spontan aku terbangun dan terduduk. "Waduh, ibadah keduanya kan mulai jam 9. Sempet ga ya??" Bengong mode ON.... Jam menunjukkan jam 8.30. Belum memutuskan pergi ato ga. Alhasil pada jam 8.40, aku mengambil alkitab & berdoa. Koq gitu?? Aku berpikir aku mau ke gereja jadi ingin menjernihkan pikiran dulu & memfokuskan diri sebelum gereja.... Setelah selesai, aq melihat jam weker... "Dah jam 8.55, belum mandi... Susah nih!! Belum sarapan lagi & setelah gereja, langsung ikut Gathering Medis. Kalo belum makan pasti ga fokus menikmatin ibadah. Udahlah... Ga usah sarapan. Mandi aja deh.. Semoga dalam 5 menit bisa selesai"... Dengan kekuatan bulan, aku akan menghukummu. koq jadi plagiat ya?? Itu kan kata2 sailormoon. Ulang...ulang...!! pokoknya basah, pake sabun lalu basahin badan lagi. Akhirnya selesai mandi&jam weker menunjukkan jam 9 tepat. Waduh... Telat deh!! Semoga sampe gereja ga telat dengerin khotbah. Aku keluar kamar, turun dari lantai dua & mengambil "dia", namanya "BLACK" motor yang setia menemaniku... Keluar dari kos, nyalain "BLACk", masuk gigi 1 & tancap gas... Akhir cerita, sampe di GKI Kwitang jam 9.20& langsung masuk ke gereja, ternyata masih BERITA ANUGRAH. "Untung khotbahnya belum mulai"
Pendahuluannya panjang bener ya!!! Langsung aja ke pokok ceritanya, ini merupakan 2 ilustrasi yang diceritain ama pendeta saat membawa khotbah ibadah minggu...
Ilustrasi pertama:
Suatu saat... Ada 2 kelompok pasukan yang sedang berperang & salah satu kelompok kekalahan yang cukup besar sehingga mereka mundur sampai ke parit pertahanan, yang merupakan pertahanan terakhir. Salah satu serdadu kelihatan kebingungan. Dia sedang mencari salah satu serdadu yang merupakan sahabatnya. Kemudian dia pergi menemui komandannya yang ada di parit pertahanan itu. "komandan, apakah anda melihat teman saya??", Komandan menjawab, "Tidak!!". Serdadu tersebut menjawab, "Kira-kira Komandan tahu dia ada dimana??" lalu komandan tersebut membalas,"Paling dia sudah meninggal di garis depan. Kamu tidak perlu mencari dia lagi". "Saya harus mencari dia. Pasti dia menunggu saya untuk menjemput dia" sahut serdadu. "Kalau begitu kamu mencari mati ya!! Cari saja ke garis depan..."
Saat itu, pertempuran masih terjadi & begitu banyak mayat berserakan di garis depan. Si serdadu tersebut mencari di medan pertempuran yang masih berlangsung. Dalam hati si serdadu berkata, "Dia pasti sedang menungguku". Dan akhir cerita, dia kembali ke parit pertahanan dengan membawa seseorang di punggungnya. Selain itu, si serdadu kelihatan sangat kelelahan dan terlihat pakaian berlumuran darah. Ternyata dia terkena peluru ketika dia mencari temannya tersebut. Komandan berkata, "Sudah saya katakan bahwa sia-sia saja kamu mencari teman kamu tersebut, dia sudah mati. Lihat kamu sekarang, kamu juga akan mati. Itulah ganjaran bagi orang yang tidak pernah berpikir ketika mengambil suatu tindakan". Lalu, serdadu tersebut menjawab, "Saya malah merasa senang. Ketika saya bertemu dengan dia, dia masih hidup bahkan sempat mengatakan suatu kalimat kepada saya, "Saya sudah menunggu kamu dari tadi di sini. Saya yakin kalau kamu akan menjemput aku". karena kalimat itu, saya merasa bahwa apa yang saya lakukan tidaklah sia-sia tetapi menghasilkan sesuatu seperti yang saya harapkan". Kemudian sang komandan terdiam sejuta bahasa dan serdadu tersebut pun meninggal..
Nah, tuk ilustrasi kedua (sebenarnya yang ini lucu, mudah2an selucu seperti ketika diceritakan oleh pendeta kemaren):
Di suatu tempat, salah satu daerah di Amerika serikat. Terdapat suatu komunitas yang terdiri dari bermacam2 orang, seperti orang berkulit putih & kulit hitam. Suatu hari, ada seorang ibu yang cukup rajin melayani sedang berjalan-jalan di sekitar komplek rumahnya dan dia melihat ada seorang wanita Indian sedang masuk ke dalam rumahnya, di depan pintunya terdapat simbol salib yang menunjukkan bahwa wanita tersebut adalah seorang Kristen. Ibu tersebut memperhatikan wanita Indian tersebut dalam beberapa minggu tapi dia tidak pernah melihat wanita tersebut datang ke gereja. Di daerah tersebut hanya terdapat satu buah gereja yang melayani semua jemaat Kristen di situ. Karena ibu tersebut merasa heran dengan ketidakhadiran wanita Indian itu, dia pun mengunjungi ke rumah wanita Indian tersebut. Mereka pun ngobrol2 panjang-lebar (mirip sebuah lagu sekolah minggu.... Hehehe) dan si ibu itu bertanya kepada wanita Indian, "Kenapa selama ini kamu tidak ke gereja?". Wanita Indian menjawab, "Saya kan berbeda dengan orang-orang yang ada di gereja, saya berkulit hitam sedangkan mereka berkulit putih. Saya jadi malu beda sendiri". Bantah si ibu, "Tuhan tidak pernah memandang kulit! Gimana kalau minggu ini kita berangkat bersama-sama dari rumah saya ke gereja. Kamu berpakaian yang rapi dan bersih. Saya akan menunggu kamu di rumah". Wanita Indian bertanya, "Apakah tidak apa2 jika saya ke gereja??", jawab ibu tersebut, "Tidak apa-apa"
Lalu, hari minggu pun datang, ditandai oleh mentari yang datang dari ufuk timur (puitis sekali!!! Hahaha). Wanita Indian yang memakai pakaian rapi datang ke rumah ibu tersebut dengan semangat dan dia mengetuk pintu rumah tersebut. Yang membuka pintu anak si ibu, anak tersebut mau tertawa tetapi si ibu datang melihat tamu yang datang. Dia pun terheran melihat pakaian wanita Indian tersebut lalu dia menarik tangan wanita Indian dan membawanya ke dalam kamar. Si ibu memainkan mata kepada keluarganya dengan maksud tidak boleh tertawa. Kenapa si ibu heran & anggota keluarganya ingin tertawa? Karena pakaian wanita Indian tersebut tidak lazim dipakai ke gereja. Memang pakaiannya terdiri dari pakaian yang rapi & bersih tetapi ada 1 pakaian tambahan yang seharusnya tidak dipakai ke gereja yaitu, "CELEMEK". Aneh bukan? Jemaat gereja pasti akan menyangka, ada acara masak-memasak ya di gereja kita? Karena si ibu tahu bahwa keanehan ini akan membuat orang tertawa & mengakibatkan hati wanita tersebut kecewa & ciut, makanya si ibu mengambil suatu tindakan untuk menanggulangi masalah ini. Celemek yang dipakai wanita tersebut sangatlah putih & bersih, si ibu mengerti bahwa celemek itu dicuci dengan susah payah oleh wanita tersebut supaya memberi kesan bersih dan rapi. Lalu si ibu mencari ke dalam lemari..... Apakah yang dia cari?? Pakaian yang cocok tuk wanita Indian tersebut supaya wanita tersebut mengganti pakaiannya? ternyata tidak!!! Jadi, apa yang dia cari???
Setelah beberapa menit, si ibu berhasil mendapatkan barang yang dia cari yaitu sebuah celemek yang bersih. Si ibu pun memakai celemek tersebut. Lalu mereka berdua pergi bersama ke gereja. Selama di perjalanan dan sampai di gereja, orang2 hampir tertawa melihat mereka berdua. Tapi si ibu dengan sigap memainkan matanya dengan maksud melarang orang2 tuk tertawa. Kalau dipikir2, betapa malunya pergi ke gereja dengan mamakai Celemek, tapi mereka berdua tidak menghiraukannya. Ketika ibadah berlangsung, wanita Indian tersebut menikmatinya sampai selesai. mereka pun pulang setelah ibadah selesai. Ketika sampai di rumah si ibu, wanita Indian berkata, "Ibu, saya sangat menikmati ibadah minggu hari ini. Mulai minggu depan saya akan rutin datang ke gereja. Saya berjanji". Si ibu itu pun sangat senang mendengarkannya, "Baguslah kalau begitu. Semoga Tuhan memberkatimu" Lalu si ibu mendekatkan wajahnya ke telinga wanita Indian, "Saran saya, mulai minggu depan. Kalau pergi ke gereja, ga perlu memakai celemek ya!!". Si ibu tersenyum kepada wanita tersebut & wanita itu menyahut, "Baiklah"
Dari kedua ilustrasi ini, aku belajar bahwa ketika kita mengatakan mengasihi orang lain tanpa memberikan pengorbanan, kasih tersebut belum sempurna. Karena kasih itu perlu pengorbanan. Knapa?? Kasih bukanlah hal yang ada di dunia ini tetapi kasih itu berasal dari Dia yang berbeda dengan dunia. Nah, bagaimana dengan kita? Seberapa besar pengorbanan kita dalam mengasihi orang lain?
Yoh 15:9-17
Selamat mengasihi!!
GBU
v(^_^)v
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

MAAP KAKAK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! T_T
BalasHapus-oknum yang bersalah-
Apa yang salah dengan Alys??
BalasHapusGa ada yang salah koq. Kalo ada juga, dah dimaafin. Masalahnya ga ada koq yang salah dengan Alys, menurut aku...